Wabup Dirham juga berharap media-media anggota SMSI Lamongan mengambil peran lebih besar dalam meningkatkan literasi media masyarakat.

Menurutnya, pers tidak cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus membantu publik membedakan berita yang benar dengan informasi yang menyesatkan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Sajikan informasi yang mendidik masyarakat. Ajak masyarakat memahami mana yang benar dan mana yang salah melalui pemberitaan berdasarkan fakta, bukan sekadar opini penulis,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua SMSI Lamongan, M. Nur Ali Zulfikar, menjelaskan bahwa audiensi tersebut bertujuan memperkenalkan kepengurusan SMSI Lamongan sekaligus membangun kesamaan persepsi antara pengelola media dan pemerintah daerah.

“Tujuan silaturahmi ini adalah mengenalkan SMSI Lamongan beserta jajaran pengurusnya. Kami juga ingin membangun komunikasi dan menyamakan persepsi antara pengelola media dengan pemerintah,” jelas pria yang akrab disapa Ali Zulfikar tersebut.

Dalam pertemuan itu, pengurus SMSI Lamongan dan Wakil Bupati juga berdiskusi mengenai perkembangan ekosistem media di tengah transformasi digital. Perubahan algoritma, kecepatan penyebaran informasi, serta persaingan dengan media sosial menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi perusahaan pers.

Ali Zulfikar berpandangan bahwa perkembangan teknologi telah mengubah peta persaingan industri media. Kemampuan beradaptasi dan memanfaatkan teknologi menjadi salah satu faktor yang menentukan pertumbuhan sebuah perusahaan media.

“Saat ini, saya rasa tidak relevan lagi membedakan media bonafide atau tidak hanya berdasarkan ukuran lama. Algoritma teknologi berkembang begitu cepat. Media yang mampu memanfaatkan teknologi dengan baik memiliki peluang berkembang pesat, terlebih saat ini kita juga berhadapan dengan arus informasi media sosial yang sangat cepat,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2