Dalam kunjungannya, petugas melakukan pengecekan terhadap berbagai jenis tanaman pangan yang dibudidayakan oleh warga. Selain itu, petugas juga memberikan edukasi terkait pentingnya pengelolaan pekarangan yang sistematis agar dapat memberikan hasil yang maksimal, baik untuk konsumsi pribadi maupun untuk menunjang ekonomi keluarga.

Kegiatan monitoring yang berlangsung sejak pukul 09.30 WIB ini juga menjadi sarana bagi pihak kepolisian untuk memotivasi warga Desa Tanjung agar terus berinovasi dalam sektor pertanian. Kompol Fadelan menambahkan bahwa ketahanan pangan nasional sesungguhnya dimulai dari kemampuan setiap daerah dalam menjaga stabilitas ketersediaan pangan bagi warganya sendiri.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami terus berkoordinasi dengan warga dan perangkat desa setempat agar kendala di lapangan, baik itu masalah teknis pertanian maupun distribusi bibit dan pupuk, dapat segera teridentifikasi. Kami ingin memastikan bahwa setiap warga mendapatkan akses dan dukungan yang diperlukan untuk berkontribusi pada kemandirian pangan nasional,” tambahnya.

Kehadiran Polri dalam program ketahanan pangan ini juga selaras dengan semangat Polres Lamongan Sehati (Sinergi, Empati, Humanis, Amanah, Tegas, Inovatif). Melalui kegiatan ini, polisi tidak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam pembangunan ekonomi kerakyatan.

Kegiatan monitoring ini berjalan dengan tertib, aman, dan kondusif. Warga Desa Tanjung menyambut positif kehadiran personel kepolisian yang dianggap mampu memberikan dorongan moral bagi para petani untuk lebih produktif mengelola lahan.

Polsek Lamongan Kota menegaskan akan terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan guna memastikan program Asta Cita ini tepat sasaran dan memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Lamongan. Diharapkan, dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan masyarakat, target swasembada pangan yang berkelanjutan dapat segera terwujud demi Indonesia yang lebih mandiri.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2