Langkah penataan ini juga dianggap penting mengingat akan ada penambahan armada bus Trans Jatim sebanyak 15 unit bus yang akan melayani masyarakat di sepanjang koridor tersebut.
“Peningkatan volume kendaraan tentu membutuhkan kesiapan infrastruktur, khususnya di titik-titik dengan potensi hambatan lalu lintas,” ungkapnya.
Rapat koordinasi juga menyimpulkan bahwa tidak ada kendala besar pada jalur provinsi maupun jalan nasional yang menjadi bagian dari rute Trans Jatim, termasuk di jalur Dendeles. Oleh karena itu, fokus Pemkab saat ini diarahkan sepenuhnya pada jalan-jalan kabupaten yang mendukung langsung kelancaran konektivitas wilayah.
“Pemkab Lamongan melalui Dinas PU Bina Marga berkomitmen untuk terus menata dan memperbaiki infrastruktur jalan, khususnya yang menjadi jalur utama angkutan umum seperti bus Trans Jatim. Ini penting untuk mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah,” tambahnya.
Dengan adanya dukungan penuh dari lintas sektor, termasuk Dishub dan pihak terkait lainnya, diharapkan peluncuran Bus Trans Jatim Koridor VII tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga menciptakan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan untuk masyarakat Lamongan dan sekitarnya.(Bs)





