Selain melakukan pemantauan, Polsek Solokuro juga berperan sebagai jembatan komunikasi antara petani dan UPT Pertanian. Sinergi tersebut diharapkan dapat mempermudah petani dalam menyampaikan persoalan yang dihadapi, termasuk terkait serangan hama tikus maupun hama tanaman lainnya.
Kapolsek menambahkan, koordinasi dengan pihak terkait diperlukan agar penanganan permasalahan pertanian dapat dilakukan secara tepat. Dengan begitu, produktivitas pertanian masyarakat diharapkan meningkat dan program ketahanan pangan dapat berjalan optimal.
“Kami berharap melalui kerja sama ini, para petani mendapatkan pendampingan dan solusi atas kendala yang dihadapi, sehingga hasil panen semakin baik. Polsek Solokuro siap mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan menyukseskan Program Pekarangan Bergizi,” pungkasnya.




