“BPOM juga melakukan diskusi strategis dengan manajemen perusahaan guna mengidentifikasi kendala serta memberikan dukungan teknis dan regulasi dalam rangka mempercepat sertifikasi garam farmasi yang dihasilkan,” ujar Taruna.
Menurut Taruna, momentum ini menjadi bagian penting dari sinergi antara pemerintah, industri, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengawal hilirisasi garam farmasi di Indonesia.
Dengan percepatan produksi dan sertifikasi, Indonesia diharapkan segera mencapai kemandirian dalam penyediaan bahan baku farmasi, yang berdampak langsung pada ketahanan kesehatan nasional.
Sementara itu Ir. Rahmanu Zilaini Direktur Utama PT. Garam Dua Musim menegaskan siap untuk mewujudkan harapan tersebut.
“Kami dari PT. GDM siap untuk berkontribusi dalam menyediakan garam farmasi 1000 ton per tahun” ungkapnya.
Kegiatan tersebut turut di hadiri pejabat dari BPOM Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., Ph.D Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia, Dra. Rita Mahyona, Apt, M.Si Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif, Bayu Wibisono, S.Si., Apt., M.A.B Direktur Pengawasan Produksi Obat, Narkotika, Psikotropika, dan Prekursor.
Selain itu, Budi Sulistyowati, S.Farm, Apt Plt. Kepala Balai Besar POM di Surabaya, Eko Agus Budi Darmawan, SF., Apt., M.Pharm Kepala Balai POM di Jember, Gidion, S.Si., M.Sc, Kepala Balai POM di Kediri.
Sementara itu pejabat dari PT. Garam Dua Musim Ir. Rahmanu Zilaini Direktur Utama PT. Garam Dua Musim, Ir. Agus Ariyanto, M.M Direktur PT. Garam Dua Musim, Ir. Moehammad Isnaini Anwar Komisaris. (bs)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





