Selain isu pajak, Ning Lia juga mengingatkan soal ancaman kecerdasan buatan (AI). Ia menilai, perkembangan AI global berpotensi merugikan media lokal karena konten mereka kerap dijadikan bahan pelatihan tanpa perlindungan yang jelas.
“Kalau konten media lokal diserap AI tanpa regulasi, itu sama saja menghilangkan hak dan kontribusi jurnalis daerah. Indonesia harus menyusun aturan yang bisa melindungi karya media di level global,” jelas putri KH Maskur Hasyim itu.
Meski demikian, Ning Lia mengapresiasi inisiatif sejumlah jaringan nasional yang sudah menjalin kerja sama dengan media daerah, baik dalam bentuk pelatihan, kolaborasi konten, maupun monetisasi.
Ia menegaskan, keberlanjutan media lokal hanya bisa tercapai jika ada kombinasi antara kebijakan fiskal yang berpihak, kolaborasi antarmedia, serta regulasi yang melindungi konten lokal dari eksploitasi platform global.(*)





