Lebih lanjut, Dianto memaparkan bahwa kondisi fisik maupun sistem mekanik palang pintu yang optimal sangat vital dalam memberikan kepastian keamanan bagi pengendara. Jika palang pintu atau sirine peringatan mengalami keterlambatan fungsi meski hanya beberapa detik, dampaknya bisa sangat fatal. Oleh sebab itu, pengecekan komponen mulai dari motor penggerak hingga kondisi fisik palang dilakukan secara mendetail oleh tim teknis di lapangan.
Selain fokus pada pembenahan instrumen fisik dan teknis di lapangan, Dishub Lamongan juga menyoroti pentingnya faktor perilaku berkendara di masyarakat.
Dianto menilai, secanggih apa pun fasilitas keselamatan yang dipasang, tidak akan berdampak maksimal jika kesadaran berlalu lintas masyarakat masih rendah.
Oleh karena itu, pihaknya memanfaatkan momentum perbaikan ini untuk terus mengedukasi dan memberikan imbauan keras kepada masyarakat agar selalu disiplin saat melintasi jalur rel kereta api.
“Kami mengajak dan mengetuk kesadaran seluruh lapisan masyarakat untuk selalu berhati-hati. Tolong patuhi rambu-rambu lalu lintas yang ada, dan yang paling penting, jangan pernah sekali-kali mencoba menerobos palang pintu ketika sinyal peringatan atau sirine sudah mulai berbunyi. Ingat, keselamatan harus menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya tugas pemerintah,” tutur Dianto dengan tegas.
Melalui sinergi antara perawatan fasilitas yang konsisten dan peningkatan kesadaran masyarakat, Dishub Lamongan berharap kawasan perlintasan sebidang di sepanjang jalur Lamongan dapat bersih dari insiden kecelakaan fatal, sekaligus menciptakan iklim transportasi darat yang aman, tertib, dan nyaman bagi semua pihak.






