Sejalan dengan itu Penjabat Wali Kota Yogyakarta Sugeng Purwanto menyatakan Jogja Historical Orchestra menjadi satu kegiatan untuk menumbuhkan dan memupuk rasa nasionalisme masyarakat, khususnya anak-anak muda agar tidak lupa akan sejarah perjuangan bangsa Indonesia untuk mempertahankan persatuan Indonesia.
“Melalui momentum acara ini kita mengenang kembali sejarah Yogyakarta, saat menjadi pusat pemerintahan negara Republik Indonesia pada tahun 1949. Dengan harapan kita dapat merasakan semangat dan atmosfer perjuangan pada saat itu, khususnya anak muda yang akan melanjutkan tongkat estafet pembangunan,” ujarnya.
Sugeng juga mengapresiasi keterlibatan dan kolaborasi anak-anak dalam Jogja Historical Orchestra, yang juga menjadi satu cerminan akan istimewanya Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan budaya. Di mana aktivitas, kreativitas dan ketangkasan sudah dipupuk sejak anak-anak dengan terus melestarikan budaya adiluhung yang dimiliki.
Sementara itu mahasiswi asal Universitas Ahmad Dahlan Iris dan Iftitah, menceritakan pengalaman pertama mereka menyaksikan secara langsung Jogja Historical Orchestra.
“Ini menjadi pengalaman yang berkesan, dengan pertunjukan yang menghibur sekaligus bisa belajar sejarah tentang Yogyakarta. Dengan latar tempat yang juga sangat bagus di Taman Budaya Embung Giwangan, semoga bisa terus berlanjut dan ditambah lagi even sejarah dan budaya seperti ini,” cerita mereka. (Wir)






