“Kehadiran satuan ini terbukti memberikan dampak ekonomi yang luar biasa. Warga setempat bisa membuka warung, toko, atau usaha lainnya.Tentu penataannya harus dikelola dengan baik agar tidak mengganggu aktivitas prajurit,” urai Pangdam.

Untuk mempercepat realisasi proyek, Pangdam memberikan instruksi tegas kepada pihak pengembang agar menyelesaikan pembangunan empat unit barak pada minggu kedua Juli 2026. Barak ini akan menjadi hunian sementara bagi para prajurit yang mengawal jalannya proyek.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Estimasi minggu kedua Juli tahun ini prajurit sudah harus menetap di sini agar pembangunan bisa dikebut. Besok alat-alat berat sudah bisa didatangkan untuk memulai pekerjaan, dan saya minta optimalkan penggunaan tenaga kerja lokal,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Madiun Hari Wuryanto menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah untuk mendukung kelancaran proyek strategis tersebut. Ia optimistis kehadiran markas tentara baru ini akan membawa dampak ganda bagi daerah.

“Pemerintah daerah siap bersinergi dengan TNI. Kami yakin keberadaan batalyon ini tidak hanya memperkuat aspek keamanan, tetapi juga mendongkrak roda perekonomian masyarakat Kabupaten Madiun,” tutur Bupati Madiun.(Edi Marpaung).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2