Kepulangan pemuda saat dini hari, terutama di jalur-jalur sepi sekitar pabrik, dinilai memiliki risiko keamanan yang tinggi, mulai dari potensi pembegalan hingga kecelakaan lalu lintas. Selain itu, petugas juga menekankan pentingnya menghindari konsumsi minuman keras dan aktivitas yang dapat memicu kegaduhan di lingkungan masyarakat.
Kapolsek Deket AKP Akhmad Khusen menyatakan bahwa dialog dengan elemen pemuda sangat penting sebagai bagian dari pembinaan potensi keamanan swakarsa.
“Pemuda adalah aset bangsa, kita rangkul mereka agar ikut serta menjaga kondusivitas wilayah. Dengan seringnya kita berdialog, diharapkan muncul kesadaran kolektif untuk menjauhi hal-hal negatif seperti balap liar atau tawuran,” tegas Kapolsek.
Kehadiran polisi di tengah kerumunan pemuda ini mendapat respons positif, baik dari para pemuda itu sendiri maupun pemilik warung di sekitar lokasi. Masyarakat merasa lebih tenang dengan adanya pengawasan rutin di kawasan yang cenderung ramai saat pergantian shift karyawan pabrik tersebut.
Polsek Deket berkomitmen akan terus melaksanakan patroli dialogis serupa secara berkesinambungan. Selain di Desa Rejosari, patroli juga akan menyisir titik-titik kumpul lainnya di wilayah Kecamatan Deket guna memastikan marwah Lamongan yang aman dan damai tetap terjaga.





