Sebagai narasumber, panitia mengundang Zulfikar Ali, Sekretaris PWI Lamongan, yang memberikan materi tentang teknik pemberitaan. Selain itu, perwakilan dari Dinas Kominfo Lamongan juga diundang untuk berbagi pengetahuan di bidang fotografi, menambah wawasan peserta tentang pentingnya visual dalam berita.
Agus Yudi berharap pelatihan ini dapat melahirkan jurnalis-jurnalis yang andal, yang mampu memberitakan kegiatan-kegiatan LDII di setiap kecamatan dengan baik.
“Dengan demikian, kita bisa menangkal berita-berita hoax yang sering terjadi di sini, bahkan yang sudah menjadi post-truth. Saya tekankan bahwa kalian di sini adalah sebagai bentuk jihad jurnalistik dalam rangka memerangi hoax yang ada di tengah masyarakat,” tambahnya.
Setelah pelatihan, Agus Yudi berharap para peserta dapat menjadi insan pers yang baik, yang mampu menyampaikan kebenaran fakta yang ada. Ia juga mendorong agar para jurnalis LDII dapat bekerja sama dengan jurnalis di luar LDII untuk menciptakan sinergi.
Pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan peserta dalam bidang jurnalistik, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan lingkungan informasi yang sehat dan berimbang di masyarakat.
“Masing-masing berita dapat diberitakan sehingga bisa mencerdaskan warga masyarakat tentang mana berita yang baik dan mana yang hoax. Dengan demikian, berita-berita baik dari Kabupaten Lamongan, baik dari pemerintah maupun lainnya, dapat diterima dengan baik oleh masyarakat,” pungkasnya.(Bs).






