Untuk mendukung pelayanan, terdapat PPIH (Petugas Penyelenggara Ibadah Haji) 13 orang, TKHK (Tenaga Kesehatan Haji Kloter) 13 orang, PHD (Petugas Haji Daerah) 8 orang, dan PIH KBIHU (Pembimbing Ibadah Haji KBIHU) 10 orang.

Adapun jadwal keberangkatan jamaah haji Kabupaten Lamongan dimulai pada 29 April 2026, dengan 5 kloter (kloter 30, 31, 32, 33, dan 34) sebanyak 1.722 jamaah. Selanjutnya, 2 kloter (35 dan 36) akan diberangkatkan pada 30 April 2026 dengan jumlah 751 jamaah, serta kloter 37 sebanyak 285 jamaah akan berangkat pada 1 Mei 2026 mendatang.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Manasik haji tingkat kabupaten yang digelar di Namira ini dilaksanakan selama satu hari dengan total 4 jam pelajaran. Yangmana sebelumnya, manasik tingkat kecamatan telah dilaksanakan empat hari di 14 titik kecamatan, dengan total 16 jam pelajaran.

Pada musim haji tahun ini, pemerintah juga menerapkan skema murur dan tanazul, khususnya bagi jamaah lansia, disabilitas, dan pendampingnya. Dalam skema murur, jamaah dari Arafah tidak bermalam di Muzdalifah, melainkan langsung menuju Mina. Sedangkan tanazul memungkinkan jamaah tidak menginap di Mina dan kembali ke hotel.

Selain itu, pemerintah juga menghadirkan program manajemen dam haji, di mana penyembelihan dapat dilakukan di Tanah Suci melalui lembaga resmi Arab Saudi maupun di Indonesia.

Melalui rangkaian manasik ini, diharapkan seluruh jamaah haji Kabupaten Lamongan dapat memperoleh pembekalan yang optimal, sehingga pelaksanaan ibadah haji berjalan lancar, aman, nyaman, dan menghasilkan predikat haji yang mabrur.

“Dengan berbagai persiapan yang matang, kami berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk serta kembali ke tanah air dalam keadaan sehat,” pungkasnya.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2