Selama beberapa tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi Lamongan dinilai tetap stabil melalui penguatan tiga sektor utama, yakni pertanian, perdagangan, dan manufaktur. Ketiga sektor tersebut menjadi fondasi pembangunan ekonomi daerah yang terus diperkuat dengan investasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Dalam kesempatan itu, Pak Yes menggambarkan Lamongan sebagai daerah yang mampu memadukan kekuatan sektor pertanian dengan perkembangan industri modern. Menurutnya, inovasi menjadi bagian penting dalam menjaga daya saing daerah tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya dan tradisi yang telah mengakar di tengah masyarakat.
“Ketika Anda datang ke Lamongan, mungkin ini hanya sebuah kota di peta Indonesia. Namun bagi kami, Lamongan adalah tempat di mana pertanian bertemu dengan industri, tradisi berjalan berdampingan dengan inovasi, dan peluang terus tumbuh,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi gambaran arah pembangunan Kabupaten Lamongan yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada pembangunan yang inklusif, berkelanjutan, dan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Program The 6th Summer School 2026 sendiri mengangkat tema “Strategies for Climate Adaptation and Disaster Risk Reduction from a Multidisciplinary Perspective”. Forum akademik internasional ini menjadi ruang kolaborasi bagi akademisi, mahasiswa, pemerintah, serta berbagai pemangku kepentingan dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman dan merumuskan strategi menghadapi tantangan perubahan iklim serta pengurangan risiko bencana.
Melalui penyelenggaraan kegiatan tersebut, Kabupaten Lamongan tidak hanya menjadi tuan rumah bagi pertukaran ilmu pengetahuan, tetapi juga memperoleh kesempatan memperkenalkan potensi daerah kepada dunia internasional. Mulai dari sektor ekonomi, budaya, hingga produk-produk UMKM yang menjadi bagian penting dalam penguatan ekonomi kerakyatan.
Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap kunjungan peserta Summer School dapat meninggalkan kesan positif sekaligus menjadi awal terbukanya peluang kerja sama di berbagai bidang. Selain menjadi duta yang mengenalkan Lamongan di negara masing-masing, para peserta diharapkan turut membawa cerita mengenai kualitas produk lokal, keramahan masyarakat, serta semangat pembangunan daerah yang terus mengedepankan kolaborasi, inovasi, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.





