“Kemudian ada tambahan-tambahan produksi yang kami kerjasamakan dengan Pemda. Jadi bukan hanya listrik yang akan kami hasilkan akan tetapi juga berupa pupuk. Kemudian lagi air bersih 3 juta liter/ hari,” kata Asep.

Terus juga, sambungnya menambahkan, “Aquaponik dan Hidroponik, kemudian juga data center (Wifi). Ini juga nanti bisa kita kerjasamakan dengan Pemda,” imbuhnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut Asep kapasitas pembangkit listrik tenaga sampah yang dikerjasamakan dengan Pemkab Trenggalek nantinya bisa berkapasitas 15 Mega Watt dengan 150 ton/ hari sampah.

“Kalau sampahnya itu 300 ton maka kita bisa menghasilkan 30 Mega Watt,” tegasnya.

Setelah menandatangani MoU dengan Pemkab Trenggalek, PT. Concentric Industries Indonesia akan segera melengkapi segala administrasi yang terutama berkaitan dengan tekhnis seperti DED, Visibilitas Study dan yang lainnya.

“Setelah itu siap kita akan melangkah kepada Perjanjian Kerjasama (PKS),” tambah Asep.

Untuk melakukan kegiatannya, PT. Concentric Industries Indonesia membutuhkan lahan kurang lebih 10 hektar untuk sarana produk pembangkit listrik tenaga sampah maupun produk usaha lainnya.

Ditanya target kapan terealisasi, Asep menyampaikan kalau kami berharap bisa segera mungkin. Untuk MoU ini jangka waktunya 1 tahun.

“Akan tetapi bila kita sanggup melakukan dalam 3 bulan maka perjanjian kerjasama itu bisa kita lakukan 3 bulan kemudian. Dan setelah melakukan PKS maka kita akan bergerak langsung melakukan persiapan-persiapan project,” tutupnya.

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2