Namun, Edi juga mengakui adanya keterbatasan dalam proses penyerapan. Ia meminta dukungan dari Bupati, Dandim, dan Kapolres setempat untuk membantu Bulog dalam menjalin kerjasama dengan mitra.
“Jika mitra siap, kami bisa menyerap lebih banyak. Tanpa proses yang baik, gabah yang kami beli bisa rusak dan merugikan petani,” katanya.
Edi mengatakan bahwa Bulog bukan hanya milik institusi, tetapi juga milik rakyat. Oleh karena itu, pihaknya berharap semua pihak dapat berkolaborasi untuk memastikan petani mendapatkan harga yang sesuai dengan ketentuan pemerintah.
“Jika gabah yang kami beli rusak dan menjadi kecambah, yang rugi adalah kita semua, terutama petani. ” ujarnya.
Dengan adanya kerjasama yang solid antara Bulog dan mitra, diharapkan penyerapan gabah di Lamongan dapat berjalan lebih optimal, sehingga petani dapat merasakan manfaat dari kebijakan pemerintah dalam mendukung sektor pertanian.(BS)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





