Sejak saat itu, Sumy Hastry dikenal sebagai salah satu dokter forensik Polri yang aktif menangani berbagai kasus besar, baik di dalam maupun luar negeri. Keahliannya dalam Disaster Victim Identification (DVI) membuatnya dipercaya bergabung dalam sejumlah misi kemanusiaan berskala internasional.
Salah satu pencapaian yang mendapat perhatian luas adalah keterlibatannya dalam proses identifikasi korban jatuhnya pesawat Malaysia Airlines MH17 di Ukraina. Pengalaman tersebut semakin mengukuhkan reputasinya sebagai ahli forensik Indonesia yang diakui di tingkat internasional.
Dalam dunia akademik, Brigjen Pol Sumy Hastry juga mencatat prestasi membanggakan. Ia menjadi polisi wanita pertama di Asia yang berhasil meraih gelar doktor di bidang ilmu forensik. Gelar tersebut melengkapi perjalanan pendidikannya setelah menyelesaikan pendidikan dokter umum dan spesialis kedokteran forensik di Universitas Diponegoro, kemudian meraih gelar doktor dari Universitas Airlangga.
Selain pendidikan formal, ia juga mengikuti berbagai pelatihan internasional, antara lain Post Graduate Training in Forensic Medicine di Belanda, Disaster Victim Identification Course di Singapura, Forensic DNA Course di Malaysia, hingga Blast Injury Investigation Course di Australia. Berbagai pengalaman tersebut memperkaya kompetensinya dalam pengembangan ilmu kedokteran forensik modern.
Sepanjang kariernya, Sumy Hastry telah menduduki berbagai jabatan strategis, mulai dari tugas di Dokkes Polwiltabes Semarang, Kabiddokkes Polda Jawa Tengah, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara, hingga dipercaya menjadi Kepala Biro Laboratorium Kedokteran Kepolisian Pusdokkes Polri sebelum akhirnya kini memimpin Biro Kedokteran Kepolisian.
Dalam surat telegram yang sama, Kapolri juga menetapkan Brigjen Pol. dr. Nariyana sebagai Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I R. Said Sukanto (Rumkit Polri) menggantikan Irjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono yang memasuki masa purnatugas.
Dengan pengalaman panjang di bidang kedokteran forensik, investigasi ilmiah, serta identifikasi korban bencana, Brigjen Pol Sumy Hastry Purwanti diharapkan mampu memperkuat peran Biro Kedokteran Kepolisian dalam mendukung tugas-tugas Polri.
Kepemimpinannya juga diharapkan mendorong peningkatan profesionalisme layanan kedokteran kepolisian, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi forensik dalam mendukung penegakan hukum yang modern, presisi, dan berkeadilan.





