Praktisi digital marketing sekaligus dosen Prodi Manajemen Ritel Unigoro, M. Rizqi Agustino, M.B.A., menekankan bahwa BMC Unigoro competition ini bukan sekadar soal siapa yang paling jago berjualan.
“Esensi dari BMC adalah bagaimana pelajar mampu mengidentifikasi masalah nyata di tengah masyarakat, kemudian merumuskan solusi inovatif yang berkelanjutan. Kami melihat tahun ini para peserta sangat tajam dalam membaca peluang tersebut,” jelas Rizqi saat melakukan penilaian di lapangan.
Rektor Unigoro, Dr. Tri Astuti Handayani, SH., MM., M.Hum., didampingi Ketua Yayasan Suyitno Bojonegoro, Dr. Arief Januwarso, S.Sos., M.Si., turut hadir berkeliling memberikan apresiasi langsung. Menurut mereka, kegiatan ini adalah investasi jangka panjang untuk mencetak pemimpin masa depan yang memiliki jiwa kewirausahaan kuat.
Setelah melalui proses penjurian yang ketat terhadap konsep bisnis, segmentasi pasar, hingga struktur biaya, dewan juri menetapkan para pemenang:
- Juara I: SMAN 1 Tuban melalui inovasi Brainbunny. Sebuah platform Smart Personalized Learning yang menggabungkan AI dan unsur gamification untuk membuat proses belajar menjadi lebih adaptif dan kompetitif.
- Juara II: SMK Telkom Malang dengan proyek PodroCraft yang konsisten menunjukkan keunggulan di bidang teknologi digital.
- Juara III: SRMA 36 Bojonegoro dengan produk Arum Gayatri, yang berhasil membuktikan bahwa inovasi berbasis potensi lokal mampu bersaing di level regional.
Melalui perhelatan Rektor Unigoro Cup 2026 ini, Universitas Bojonegoro kembali meneguhkan posisinya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada teori akademik, tetapi juga menjadi inkubator bagi lahirnya inovator-inovator muda dari Jawa Timur.





