Kegiatan ini juga menjadi forum evaluasi pelaksanaan Pendataan Keluarga 2025 yang berhasil mencapai 100% cakupan di seluruh Jawa Timur. Sukamto menyampaikan apresiasi kepada pengelola data kabupaten/kota atas dedikasi dan kinerja mereka.
Selain itu, peserta memperoleh penguatan materi terkait program GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting) dan MBG (Makan Bergizi Gratis). BKKBN mendorong pemanfaatan data Pendataan Keluarga untuk mendukung pengembangan Kampung Berkualitas dan optimalisasi Rumah Data Kependudukan (RDK).
“Walau tahun depan ada keterbatasan anggaran, kualitas dan integritas data harus tetap dijaga. Data yang baik membuat program berjalan lebih tepat sasaran,” tegas Sukamto.
Sebagai bentuk apresiasi, BKKBN Jatim memberikan penghargaan Manajemen Data dan Pemutakhiran PK 2025 kepada tiga kabupaten terbaik: Kabupaten Madiun, Kabupaten Mojokerto, dan Kabupaten Gresik.
Untuk kategori Pencatatan dan Pelaporan SIGA 2025, penghargaan diberikan kepada Kota Surabaya, Kabupaten Pacitan, dan Kabupaten Ponorogo.
Melalui kegiatan ini, BKKBN Jawa Timur menegaskan komitmen memperkuat sistem data keluarga yang efektif, transparan, dan terintegrasi, sebagai langkah strategis mempercepat pembangunan keluarga berkualitas serta penurunan stunting di Jawa Timur.





