“Kami berhasil melakukan efisiensi lebih dari Rp123 miliar dari total anggaran konsumsi. Namun, yang terpenting adalah memastikan implementasi di lapangan berjalan sesuai standar. Karena itu, pengawasan menjadi kunci,” ujar Dahnil.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Ia menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak boleh mengorbankan kualitas layanan maupun kenyamanan jamaah. Pemerintah berkomitmen menjaga agar setiap kebijakan tetap berpihak pada kebutuhan jamaah, khususnya dari aspek kesehatan.

Selain nasi, penyesuaian juga dilakukan pada porsi sayuran. Gramasi sayur diturunkan dari 80 gram menjadi 75 gram per porsi. Namun, Dahnil menekankan bahwa kebijakan tersebut telah melalui kajian ahli gizi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Penurunan porsi sayur dilakukan berdasarkan rekomendasi ahli gizi. Justru yang disarankan untuk ditingkatkan adalah asupan protein, agar komposisi gizi lebih seimbang,” jelasnya.

Penyesuaian komposisi makanan ini juga mempertimbangkan asupan nutrisi lain, termasuk buah-buahan, guna menjaga daya tahan tubuh jamaah selama berada di Arab Saudi.

Kementerian Haji dan Umrah menegaskan bahwa seluruh kebijakan terkait layanan konsumsi haji dirancang dengan mempertimbangkan aspek kesehatan, kecukupan gizi, serta kenyamanan jamaah.

Pemerintah berharap langkah ini dapat meningkatkan kualitas penyelenggaraan ibadah haji sekaligus memastikan anggaran negara digunakan secara efektif dan bertanggung jawab.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2