“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kewaspadaan masyarakat terhadap potensi bencana, sekaligus memastikan kehadiran Polri di tengah masyarakat. Kami juga mengantisipasi potensi gangguan keamanan serta mempererat silaturahmi dengan warga,” ujar AKP Doni.

Selain melakukan pendataan dan pemantauan, pihak kepolisian juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar bersama-sama melakukan gotong royong membersihkan dan membuka saluran drainase yang tersumbat. Langkah ini dinilai penting guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang, terutama saat curah hujan tinggi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Warga juga diminta berkoordinasi dengan pihak kelurahan dan instansi terkait untuk memastikan sistem drainase berfungsi optimal, khususnya di jalur yang mengarah ke persawahan Suka Mulia dan pintu air Sungai Bahkora.

Saat ini, kondisi banjir dilaporkan telah surut. Warga yang terdampak mulai membersihkan rumah masing-masing dari sisa genangan air dan lumpur. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, banjir tersebut menyebabkan kerugian material berupa kerusakan perabot rumah tangga milik warga.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perawatan infrastruktur drainase serta sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam mitigasi bencana, khususnya di wilayah rawan banjir seperti Simarimbun.(Pirhot Nababan).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2