“SPPG perlu mendata berapa jumlah anak dan seberapa sering mereka bersedia datang ke sekolah selama liburan,” jelasnya.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selama awal masa libur, BGN menyiapkan menu siap santap yang dapat bertahan lebih lama dan tetap memenuhi standar gizi. Menu tersebut diberikan untuk kebutuhan maksimal empat hari, terdiri dari bahan makanan berkualitas seperti telur, buah, susu, abon, atau dendeng.

“Pada awal libur sekolah, anak-anak akan diberikan makanan siap santap untuk maksimal empat hari,” tambah Dadan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selain skema pengambilan langsung di sekolah, BGN juga menyiapkan opsi pengantaran makanan ke rumah siswa. Opsi ini disiapkan bagi siswa atau orang tua yang tidak memungkinkan atau tidak bersedia datang ke sekolah untuk mengambil paket MBG.

“Untuk hari-hari berikutnya, jika siswa tidak datang ke sekolah, maka perlu didata mekanisme distribusi, apakah diantar ke rumah atau diambil di SPPG,” ujarnya.

BGN saat ini tengah merancang sistem distribusi berbasis pengantaran setelah empat hari pertama masa libur, agar pelaksanaan MBG tetap tepat sasaran dan tidak mengurangi kualitas layanan.
Dengan skema fleksibel tersebut, BGN menegaskan komitmennya untuk menjaga keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis sebagai upaya meningkatkan status gizi masyarakat, terutama anak-anak, tanpa terpengaruh oleh periode libur panjang sekolah.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2