“Karena kalau sebenarnya dengan mengisi harmonisasi antara disabilitas dan non disabilitas itu bisa menumbuhkan sikap saling menghargai,” jelasnya.

Tidak hanya itu, Viktoria juga berharap masyarakat non disabilitas dapat memberi ruang dan sikap yang lebih inklusif. Karena keadaan yang dimiliki menjadikan para difabel sadar diri sehingga terbatas untuk melakukan sesuatu.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Kami sering berpikir takut tidak mendapatkan respon yang baik. Bagaimana kami mau bergaul dengan mereka ketika lirikan mereka masih sebelah mata,” ungkapnya.

Ia berharap Ariyanto mendorong pemerintah dan masyarakat luas mampu memberikan kesempatan dan ruang kepada penyandang disabilitas yang juga seorang warga negara Indonesia dan berhak mendapatkan pekerjaan yang sama, pembelajaran yang sama, dan lain sebagainya.

“Pandangan orang ketika melihat penyandang disabilitas dianggap tidak mampu melakukan apa-apa, karena untuk mengurusi dirinya sendiri saja sudah kerepotan. Padahal banyak penyandang disabilitas yang memiliki kemampuan sama dengan non disabilitas. Tapi ketika kesempatan dan ruang itu dibatasi maka kesempatan itu tidak ada dan kembali lagi para difabel merasa terhakimi oleh stigma masyarakat,” ujarnya. (Wira)

 

Editor : Achmad Bisri

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2