Kemudian Abien Prastowidodo, Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean (KPPBC-TMP) C Blitar menambahkan “kita sudah melakukan pembicaraan dengan Dinas PMPTSP bahwa potensi di Kabupaten Trenggalek itu sangat banyak. Diantaranya produk-produk kerajinan maupun UMKM lain. Pengennya kalau bisa dilakukan ekspor,” katanya.
Karena dengan ekspor yang pertama mungkin bisa membuka peluang membuka pasar di luar negeri. Kemudian bisa mendapatkan harga yang lebih baik dan juga memperluas pemasaran dari teman-teman UMKM itu sendiri.
Dan kebetulan Bea Cukai itu salah satu tupoksinya yaitu memberikan aksistensi terkait industri. Kami juga di sini bekerjasama dengan PMPTSP Trenggalek, bersama-sama mengaksistensi UMKM yang ada bagaimana caranya mereka bisa melakukan ekspor ke luar negeri. Tentunya bimbingan yang kita lakukan itu sesuai dengan tupoksi masing-masing.
Kalau dari sisi mutu produksi dan sisi permodalan mungkin sudah ada yang menangani. Sedangkan kami Bea Cukai sendiri akan mengajarkan terkait bagaimana membuat dokumen ekspor, bagaimana melakukan ekspor dan bagaimana menggunakan aplikasi yang bisa dipakai untuk melihat peluang buyer yang ada di luar negeri.
Juga mengajarkan terkait itu ada yang namanya (BTKI) Buku Tarif Kepabeanan Indonesia. Sarana untuk bisa melihat klasifikasi barang-barang yang biasanya dipakai dalam dokumen ekspor impor dan juga juga dipakai untuk website page di luar negeri.
“Berarti untuk kode barang ini banyaknya dimana? peluangnya bagaimana? dan syarat-syarat yang ada di dalam dan di luar negeri seperti apa? Ini akan dikupas dalam kegiatan konsultasi publik ini,” kata Abien.
Harapannya tentu UMKM kita menjadi semakin maju. Kemudian juga bisa go internasional. Dengan mereka bisa go internasional tentu penghasilan teman-teman UMKM menjadi lebih baik dan mutunya juga pasti akan terdongkrak.
“Karena pertama untuk melakukan ekspor pasti harus memenuhi standart mutu yang lebih tinggi dibanding yang kita pasarkan di sini,” tandas Kepala Bea Cukai Blitar itu.
Menanggapi kegiatan konsultasi publik ini,
Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) BMC Trenggalek, Feri Bagus Setiawan mengatakan “alhamdulillah kegiatan ini sangat membantu karena kita sebagai pengusaha lokal Trenggalek itu merasa kalau dulu ekspor itu sangat susah, dengan adanya kegiatan ini kita tahu begitu mudahnya proses ekspor itu bagaimana. Dan tidak sulit bahkan gratis tidak dipungut biaya,” ucap pengusaha dibidang percetakan itu.
Mewakili pengusaha muda Trenggalek, Bagus berharap dengan kegiatan seperti ini pengusaha-pengusaha Trenggalek bisa melakukan ekspor produk-produk lokalnya ke luar negeri.(bs)





