| Pemerintah Kota mengupayakan keamanan data dan informasi untuk mencegah malware pada layanan digital. Terutama pada pelayanan publik terpadu Pemkot di Smart Service (JSS).

IMG_20240610_222115_11zon
Bs Iklan 970x250_11zon
IMG-20240708-WA0017_11zon
IMG_20230829_204843

Upaya itu mulai dari meningkatkan keamanan di pusat data hingga melakukan penyandian atau enkripsi data-data yang tersimpan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Menurut Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosan) Kota Ignatius Trihastono dalam ranah digital baik malware hingga ransomware adalah sesuatu yanga alamiah pasti terjadi.

Namun bagaimana penyelenggara melakukan langkah-langkah untuk meminimalisir dampak-dampak yang bisa terjadi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dia menyatakan JSS digunakan oleh semua perangkat ASN dan non ASN Pemkot serta masyarakat. Untuk itu ada langkah-langkah yang harus diambil baik dari sisi dan tata kelola untuk mencegah malware pada layanan tersebut.

“Kota menempatkan penyimpanan data lebih dari satu tempat. Kita memiliki lebih dari satu backup untuk upaya pengamanan atas data dan informasi yang tersimpan,” kata Kadiskominfosan ,Trihastono, Rabu (3/7/2024).

Dia menyampaikan harus disadari bersama bahwa pemanfaatan potensi digital secara tinggi maka semakin tinggi pula risiko-risikonya. Oleh sebab upaya memperbarui dan kemampuan sumber daya manusia juga dilakukan. Termasuk mengubah perilaku pengguna untuk mendukung keamanan data dan informasi.

Pihaknya menegaskan, secara Diskominfosan Kota menerapkan tata kelola ISO. Termasuk sistem keamanan yang berfungsi untuk melindungi jaringan dari ancaman serangan luar atau firewall.

“Firewall kita juga sediakan karena menjadi sangat krusial bagaimana secara sistem, data-data dan sistem yang ada itu ada penjaganya secara digital,” paparnya.

Baca Artikel Lainnya :