Memasuki menit ke-80, Persela Lamongan mulai keluar dari tekanan dan bermain lebih lepas. Skema bola mati dan serangan balik cepat mulai merepotkan barisan pertahanan tuan rumah yang tampak sedikit mengendurkan tekanan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Puncaknya terjadi pada menit ke-84. Lewat kemelut di dalam kotak penalti, Titan Agung berhasil menyontek bola masuk ke gawang PSS. Laga sempat terhenti beberapa saat karena wasit harus melakukan pengecekan melalui Video Assistant Referee (VAR) terkait potensi adanya pelanggaran sebelum gol terjadi. Setelah meninjau monitor, wasit akhirnya mengesahkan gol tersebut. Skor berubah menjadi imbang 1-1.

Di sisa waktu pertandingan termasuk tambahan waktu, kedua tim saling jual beli serangan untuk mencari gol kemenangan. Namun, hingga peluit panjang dibunyikan, kedudukan sama kuat tetap tidak berubah.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Dengan hasil ini, PSS Sleman tetap tertahan di posisi kedua klasemen sementara Grup Timur dengan raihan 34 poin. Meski masih berada di papan atas, kegagalan meraih poin penuh di kandang menjadi kerugian besar bagi upaya mereka mengejar posisi puncak.

Sementara itu, bagi Persela Lamongan, raihan satu poin dari Maguwoharjo sangat berharga untuk menjaga mentalitas tim. Mereka kini mengoleksi 26 poin dan duduk di peringkat keenam, menjaga jarak aman agar tetap kompetitif di papan tengah.

Ketajaman penyelesaian akhir dan konsentrasi di menit-menit akhir menjadi evaluasi besar bagi PSS Sleman sebelum menatap laga berikutnya. Sebaliknya, daya juang Persela hingga menit akhir terbukti menjadi kunci keberhasilan mereka mencuri poin di laga tandang yang sulit ini.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2