Ia juga menambahkan bahwa pihak sekolah masih menunggu hasil pemeriksaan medis untuk mengetahui penyebab pasti kejadian tersebut.
Menurutnya, para siswa mengonsumsi berbagai makanan sebelum mengalami gejala, termasuk makanan dari kantin, koperasi sekolah, hingga makanan dari program MBG.
“Ketika kami tanya, jawabannya bermacam-macam. Ada yang jajan di kantin, ada yang dari koperasi, dan ada yang makan dari MBG itu,” ujarnya.
Saat ini para siswa yang terdampak sedang dalam perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan kondisinya mulai menunjukkan perbaikan.
“Alhamdulillah, sekarang sudah tidak mual, tidak muntah, tidak melilit. Mudah-mudahan anak-anak segera pulih,” pungkas Anggraeni.
Hingga berita ini ditulis, diketahui sejumlah siswa tersebut dirawat masih dirawat dirawat di sejumlah rumah terdekat diantaranya, RSINU, RS Permata Hati serta Klinik Kartika.(Bs).





