“Kegiatan ini sangat seru dan membuka mata saya tentang betapa kayanya sejarah Aceh. Saya jadi lebih tertarik untuk belajar sejarah,” ujarnya.

Selain tur museum, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi interaktif yang dipandu oleh Kepala SMA Negeri 7 Banda Aceh, Dr. Erlawana, S.Pd., M.Pd. Dalam paparannya, ia menyampaikan pentingnya museum sebagai media pembelajaran yang kontekstual.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Museum memiliki fungsi penting sebagai sumber belajar alternatif. Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman belajar yang lebih bermakna dan tidak terbatas hanya di ruang kelas. Harapannya, kegiatan ini bisa terus berlanjut untuk meningkatkan pemahaman siswa tentang sejarah Aceh,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya mendapatkan informasi sejarah, tetapi juga diajak untuk lebih menghargai warisan budaya dan nilai-nilai lokal yang menjadi bagian dari identitas Aceh.

Kegiatan belajar bersama di Museum Aceh ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong pemanfaatan museum sebagai destinasi edukasi yang relevan, inspiratif, dan menarik bagi kalangan pelajar dan generasi muda.(Rizki)

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2