Tenaga Ahli Bawaslu RI, Apriyanti Marwah, kemudian menyampaikan beberapa catatan evaluasi terhadap kinerja Kehumasan Bawaslu selama Pemilihan Serentak Tahun 2024.
“Menurut hasil survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas pada September 2024, capaian kinerja kehumasan (Bawaslu) cukup baik, dibuktikan dengan 75,1% tren positif dan 69,2% publik menilai puas kinerja pengawasan Pemilihan,” tutur Apriyanti.
Data dari Koalisi Pewarta Pemilu dan Demokrasi (KPPD) pada Desember 2024 juga menunjukkan bahwa kinerja Kehumasan Bawaslu mendapat apresiasi dari awak media dengan rating 4,3 dari 5. Hubungan baik Bawaslu dengan media juga berbanding lurus dengan capaian pemberitaan di media massa.
Apriyanti kemudian menyoroti bahwa sorotan Bawaslu di media selama Pilkada paling tinggi didominasi oleh pelanggaran netralitas, politik uang, dan pelanggaran administrasi. Mengenai tudingan negatif ke Bawaslu terkait ketidaknetralan pengawas Pemilu, Bawaslu dapat menganalisisnya melalui dua kemungkinan, yakni kurangnya publikasi atau kurangnya penindakan.
“Untuk itu, humas perlu segera melakukan publikasi terhadap kinerja pengawas pemilu, terutama hasil penanganan pelanggaran netralitas. Perlu juga dilakukan monitoring dan pembinaan sehingga Bawaslu dapat menjelaskan posisinya dalam menindaklanjuti pengawas yang bermasalah,” tuturnya.
Rangkaian kegiatan Rapat Evaluasi Nasional Kehumasan Bawaslu pada Pemilihan Serentak Tahun 2024 ditutup dengan pemberian Apresiasi Kehumasan pada Pelaksanaan Tahapan Pemilihan Serentak Tahun 2024 kepada 10 Bawaslu provinsi dan 15 Bawaslu kabupaten/kota dengan kinerja terbaik. (REL/WR)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





