LAMONGAN, BeritaSiber.com – Pemerintah Kabupaten Lamongan terus menyiapkan langkah strategis untuk mencapai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1 triliun pada 2029. Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi potensi pendapatan daerah, digitalisasi pelayanan, pembaruan data perpajakan, hingga pemanfaatan aset daerah secara produktif tanpa menambah beban pajak dan retribusi masyarakat.

Pada tahun anggaran 2026, target PAD Kabupaten Lamongan ditetapkan sebesar Rp693.064.658.100. Angka tersebut menjadi pijakan bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan kemandirian fiskal sekaligus mendukung keberlanjutan pembangunan dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Target tersebut terdiri atas pajak daerah sebesar Rp278.869.156.600, retribusi daerah Rp313.968.372.000, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan Rp19.542.474.200, serta lain-lain PAD yang sah sebesar Rp80.684.655.300.

Dengan demikian, diperlukan peningkatan kapasitas pendapatan sekitar Rp306,94 miliar untuk mencapai target Rp1 triliun pada akhir masa jabatan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi dan Wakil Bupati Dirham Akbar Aksara pada 2029.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menegaskan, pencapaian target tersebut tidak akan ditempuh dengan menaikkan beban pajak maupun retribusi masyarakat. Menurutnya, pemerintah daerah akan lebih berfokus pada penggalian potensi pendapatan yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.

“Target PAD Rp1 triliun, menaikkan target PAD ini bukan berarti menaikkan beban masyarakat, tapi adalah optimalisasi pendapatan yang belum optimal. Kemarin masih banyak hal perlu digali, yang ini memang menjadi pendapatan daerah,” ujar Bupati yang akrab disapa Pak Yes saat menjadi pembina Apel KORPRI di halaman Pemkab Lamongan, Kamis (17/9/2026).

Ia juga meminta seluruh aparatur sipil negara di lingkungan Pemkab Lamongan untuk berperan aktif menyukseskan program prioritas daerah melalui peningkatan kualitas pelayanan, pembangunan, dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, perubahan kebutuhan masyarakat harus diikuti dengan pembaruan cara kerja pemerintahan agar pelayanan semakin mudah, sederhana, dan memberikan manfaat secara langsung.

“Mari kita sukseskan, karena dengan mensukseskan 15 program ini dengan sendirinya kita akan mensukseskan tugas kita di pemerintahan. Masyarakat semakin berubah, tuntutan masyarakat juga berubah, untuk itu kita juga harus merubah cara kita dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lamongan, Edy Yunan Achmadi, menyampaikan bahwa target PAD Rp1 triliun membutuhkan perencanaan yang terukur, pengawasan yang konsisten, serta pembenahan tata kelola pendapatan secara menyeluruh.

Ia menegaskan, peningkatan penerimaan daerah tidak semata-mata mengandalkan kebijakan tarif, melainkan memastikan seluruh potensi yang tersedia dapat terdata, terkelola, dan memberikan kontribusi sesuai ketentuan.

“Peningkatan PAD tidak semata-mata dilakukan dengan menaikkan tarif. Fokus kami adalah memastikan potensi yang sudah ada dapat didata dengan baik, dilayani secara mudah, diawasi secara profesional, dan dikelola secara transparan,” kata Yunan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2