“Kami mengimbau para pemudik agar tidak memilih tanggal puncak arus balik untuk kembali ke Bali. Hal ini bertujuan untuk mengurangi kepadatan dan menjaga kenyamanan perjalanan,” tambahnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah penumpang yang menyeberang ke Bali sejak H-10 hingga H+2 Lebaran tercatat mencapai 330.719 orang, dengan total kendaraan sebanyak 77.361 unit. Angka ini mengalami kenaikan sekitar 4 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Sementara itu, hingga H+2 Lebaran, jumlah pemudik yang kembali ke Bali tercatat sebanyak 45.425 orang, dengan kendaraan mencapai 14.276 unit. Khusus kendaraan, terjadi peningkatan cukup signifikan, yakni sekitar 18 persen dibandingkan tahun lalu.
Untuk mengantisipasi lonjakan arus balik yang diperkirakan terus meningkat, ASDP telah menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya adalah penyediaan kantung parkir di beberapa titik sekitar pelabuhan guna mengurai kepadatan, serta pengoperasian kapal-kapal berkapasitas besar guna mempercepat proses penyeberangan.
Dengan berbagai kesiapan tersebut, diharapkan arus balik Lebaran 2026 melalui Pelabuhan Ketapang dapat berjalan dengan aman, tertib, dan lancar.
“Masyarakat juga diimbau untuk tetap mematuhi arahan petugas di lapangan serta mengutamakan keselamatan selama perjalanan,” ungkapnya.






