Petugas menyisir area perbatasan kecamatan yang kerap dijadikan tempat berkumpulnya pemuda. Di lokasi-lokasi tersebut, personel Polsek Solokuro dengan pendekatan yang humanis membubarkan kerumunan remaja yang kedapatan nongkrong hingga larut malam guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

“Kami tidak ingin kecolongan oleh adanya aksi konvoi atau provokasi yang memicu tawuran antar pemuda, termasuk antar oknum perguruan silat. Wilayah perbatasan dan titik sepi menjadi prioritas pengawasan kami agar tidak disalahgunakan untuk kegiatan yang mengganggu ketertiban,” tegas Kapolsek Solokuro.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selain fokus pada perbatasan, armada patroli Polsek Solokuro juga masuk ke gang-gang pemukiman masyarakat. Petugas menyambangi pos ronda (pos kamling) yang aktif dan berdialog dengan warga yang sedang melaksanakan ronda malam.

Dalam dialog tersebut, petugas menyampaikan pesan-pesan kamtibmas dan mengingatkan warga untuk tetap waspada terhadap potensi kejahatan 3C (Curanmor, Curat, dan Curas). Warga diajak untuk meningkatkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) sebagai benteng pertama pertahanan desa.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2