Fitri menjelaskan, pada operasi pasar murah ini beras dijual Rp 51 ribu per 5 kilogram, di mana Disperindag telah menyediakan dua ton beras. Bahan pokok lain juga dijual murah, seperti telur Rp 23 ribu per kilogram, gula Rp 14 ribu per kilogram, dan minyak goreng Rp 13 ribu per liter.
“Ini juga sebagai salah satu upaya untuk menekan sekaligus membuat harga bahan pokok stabil,” jelasnya.
Sementara, Anang Taufik Kepala Disperindag Lamongan menambahkan, pasar murah seperti ini akan terus dilakukan di Lamongan dengan menggandeng pihak-pihak terkait.
Anang berharap, selain dapat membantu masyarakat mendapatkan bahan pokok dengan harga lebih murah serta menstabilkan harga bahan pokok.
“Kegiatan operasi pasar murah ini akan terus kami gelar di tempat-tempat yang berbeda di Lamongan, mekanismenya dengan menggandeng pihak-pihak terkait lainnya,” kata Anang.





