Salah satu owner Zendo, Suprayetno, menjelaskan bahwa Zendo bukan hanya sekadar usaha logistik atau pengantaran, tetapi juga bagian dari visi besar gerakan ekonomi berjamaah Muhammadiyah.
“Muhammadiyah ini tangguh di ekonomi, bahkan kita ini pasar sendiri. Dari bangun tidur sampai tidur lagi, semua kebutuhan bisa dipenuhi dari produk dan layanan Muhammadiyah,” terangnya.
Suprayetno juga menjelaskan bahwa Zendo awalnya ditawarkan kepada kader Pemuda Muhammadiyah dan Nasyiatul Aisyiyah. Namun, ketika bertemu dengan IMM, dialog tentang ekonomi umat berkembang lebih serius hingga akhirnya disepakati untuk dijalankan bersama.
“Kita ingin kader IMM tak hanya bicara dakwah dan gerakan, tetapi juga mandiri secara ekonomi. Maka, semua transaksi Zendo nanti akan disisihkan sebagian untuk kegiatan Rumah Ikatan IMM Lamongan. Ini adalah gerakan bersama untuk bermanfaat bagi umat,” tuturnya.
“Kader IMM harus kaya. Bukan hanya dalam harta, tetapi juga dalam ide, gagasan, dan kontribusi nyata. Karena visi besar manusia adalah menjadi manfaat bagi manusia lain. Kaderisasi harus terus berjalan, kader harus dipupuk. Maka hadirnya Zendo ini semoga menjadi pupuk pertumbuhan kader IMM mengasah manajemen, kedisiplinan, dan semangat melayani,” imbuh Suprayetno.
Zendo juga diharapkan dapat berfungsi sebagai marketplace untuk layanan dan produk UMKM Muhammadiyah serta masyarakat umum.
“Kalau nanti Ortom-Ortom mau order produk UMKM atau layanan lainnya, bisa lewat Zendo. Kita dorong ekonomi umat dari dalam,” pungkasnya.
Dengan peluncuran Zendo, diharapkan masyarakat Lamongan dapat merasakan manfaat dari layanan ini, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal yang berkelanjutan.(Bs).





