Kolaborasi dengan PUALAM memberikan warna tersendiri dalam gelaran tahun ini. Paguyuban tersebut menjadi wadah bagi para perantau asal Lamongan, khususnya mereka yang bergerak dalam usaha kuliner seperti pecel lele dan soto Lamongan di berbagai wilayah Indonesia.
Humas PUALAM menyampaikan bahwa tasyakuran di Waduk Gondang menjadi momentum bagi para perantau untuk kembali ke daerah asal sekaligus memberikan kontribusi terhadap promosi potensi Lamongan.
Menurutnya, PUALAM mewadahi sekitar 20.000 perantau kuliner asal Lamongan yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Keberadaan para pelaku usaha tersebut dinilai memiliki peran penting karena secara tidak langsung ikut memperkenalkan identitas kuliner Lamongan kepada masyarakat luas.
“Melalui momentum ini, kami para perantau ingin pulang kampung, melakukan tasyakuran, sekaligus bahu-membahu menaikkan kelas destinasi Wisata Waduk Gondang,” ungkapnya.
Pemilihan Waduk Gondang sebagai lokasi kegiatan juga membawa misi mengenalkan salah satu destinasi wisata di Kabupaten Lamongan. Kehadiran peserta dan pengunjung selama dua hari diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pedagang dan UMKM di sekitar kawasan wisata.
Tingginya antusiasme peserta turut meningkatkan arus kendaraan menuju kawasan Waduk Gondang dan wilayah Sugio. Meski demikian, rangkaian acara dapat berlangsung terkendali. Panitia menyebut telah melakukan koordinasi dengan pengelola Wisata Waduk Gondang, Polsek Sugio serta Pokja Wartawan Lamongan untuk mendukung kelancaran kegiatan dan kenyamanan masyarakat.
Lamongan Vespa Party 2 dan tasyakuran PUALAM akhirnya bukan hanya menjadi tempat berkumpulnya pencinta kendaraan klasik. Perpaduan otomotif, kuliner, kegiatan sosial, UMKM dan pariwisata menjadikan kegiatan tersebut sebagai ruang kolaborasi untuk memperkenalkan potensi Lamongan kepada masyarakat yang lebih luas.
Melalui kegiatan semacam ini, komunitas Vespa dan para perantau asal Lamongan berharap Waduk Gondang semakin dikenal sebagai destinasi wisata sekaligus mampu menjadi ruang tumbuh bagi ekonomi kreatif dan UMKM masyarakat setempat.





