Selain menyampaikan imbauan, AKP Joko Suprianto juga memaparkan perkembangan situasi kamtibmas selama satu pekan terakhir di wilayah hukum Polsek Solokuro. Salah satu perhatian utama adalah perkembangan tindak kriminalitas 3C yang perlu diantisipasi bersama agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Menurutnya, keterbukaan informasi mengenai perkembangan keamanan wilayah penting dilakukan agar masyarakat mengetahui situasi terkini dan dapat mengambil langkah pencegahan.
“Kami menyampaikan situasi kamtibmas selama sepekan terakhir, terutama terkait kejadian kriminalitas 3C di wilayah Kecamatan Solokuro. Kami berharap para tokoh dapat membantu menyampaikan informasi dan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan,” ungkapnya.
Dialog berlangsung secara interaktif. Para tokoh agama dan tokoh masyarakat juga diberikan kesempatan untuk bertanya, menyampaikan pendapat, serta memberikan masukan terkait berbagai persoalan kamtibmas di wilayah Kecamatan Solokuro.
Kapolsek menilai peran tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat penting dalam menjaga kerukunan serta mencegah munculnya gangguan keamanan. Melalui pendekatan komunikasi dan kebersamaan, berbagai persoalan di lingkungan masyarakat diharapkan dapat diselesaikan secara bijak.
“Kami sangat membutuhkan dukungan masyarakat. Apabila mengetahui adanya tindak kriminalitas, aktivitas mencurigakan, atau potensi gangguan keamanan, segera sampaikan kepada Bhabinkamtibmas maupun Polsek Solokuro agar dapat segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
Ia menegaskan, Polsek Solokuro akan terus mengedepankan pendekatan humanis melalui kegiatan sambang, patroli, dan silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat.
“Kami ingin Polri selalu hadir di tengah masyarakat, bukan hanya ketika terjadi permasalahan, tetapi juga melalui upaya pencegahan. Dengan kebersamaan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat, kami optimistis situasi kamtibmas di Kecamatan Solokuro dapat terus terjaga aman dan kondusif,” pungkasnya.





