LAMONGAN, BeritaSiber.com – Kapolsek Lamongan Kota bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Lamongan menggelar konsultasi publik terkait rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Lamongan.
Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Kecamatan Lamongan, Minggu (1/11/2026), mulai pukul 10.00 hingga 12.30 WIB, dengan dihadiri sekitar 30 peserta dari unsur pemerintahan, instansi terkait, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Kapolsek Lamongan Kota Kompol Beni Ulang Setiawan, S.Pd., M.A.P., menyampaikan bahwa konsultasi publik ini merupakan langkah penting dalam membangun koordinasi dan menyamakan persepsi seluruh pihak terkait sebelum dimulainya pembangunan Sekolah Rakyat.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur sejak tahap perencanaan diperlukan agar pelaksanaan pembangunan nantinya dapat berjalan lancar, aman, dan tidak menimbulkan permasalahan di tengah masyarakat.
“Kami dari Forkopimcam bersama instansi terkait mendukung rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kabupaten Lamongan. Melalui konsultasi publik ini, berbagai aspek perlu dipersiapkan dan dikoordinasikan sejak awal, sehingga ketika pembangunan dilaksanakan dapat berjalan tertib serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan maupun aktivitas masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat merupakan program pendidikan inklusif berbasis asrama atau boarding school yang diinisiasi pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial dengan melibatkan pemerintah daerah. Program tersebut ditujukan bagi anak-anak yang berasal dari keluarga kurang mampu, khususnya kelompok masyarakat miskin ekstrem, agar memperoleh kesempatan pendidikan yang layak dan berkualitas.
Pemerintah Kabupaten Lamongan sendiri telah menyiapkan lahan seluas kurang lebih 5,7 hektare untuk lokasi pembangunan Sekolah Rakyat. Lahan tersebut berada di Kelurahan Tlogoanyar, tepatnya di sebelah selatan Lapangan Gajahmada, dengan jarak sekitar 320 meter dari akses utama Jalan Kalikapas–Lamongan.
Di atas lahan tersebut direncanakan akan dibangun kompleks pendidikan yang dilengkapi fasilitas gedung sekolah dan asrama. Adapun jenjang pendidikan yang dipersiapkan mencakup Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).





