Pelatihan sekaligus penerapan teknologi biobaterai dan biogas di lakukan langsung di lingkungan TPS3R Sekar Manfaat Sekaran. Pelatihan ini memberikan pemahaman langsung terhadap proses pembuatan biobaterai dan biogas.
Menurut bapak Heru, selaku penanggungjawab TPS3R, sampah organik dari buah dan sayur saja yang selama ini dimanfaatkan untuk pakan maggot dan pupuk warga sekitar.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa pemanfaatan sampah perhari bisa berkisar 250 kg, sedangkan jenis sampah organik lainnya kurang termanfaatkan.
“Biobaterai dan biogas ini jika beroperasi setiap harinya mampu menambah pemanfaatan sampah organik sebanyak 25 kg. Penambahan kapasitas ini disesuaikan dengan prototipe awal alat biobaterai dan biogasnya. Sehingga jika nanti ingin menambah jumlah alat, maka tentunya akan banyak juga sampah organik yang termanfaatkan,” jelasnya.
Anggota TPS3R yang lain menyampaikan terimakasih dan bersyukur telah terlibat serta berkontribusi dalam pembuatan biobaterai dan biogas dari Universitas billfath.
Lebih lanjut kedepannya, beliau berharap biobaterai dan biogas bisa menjadi icon di TPS3R Sekar Manfaat, menjadi media pembelajaran sekaligus menginspirasi masyarakat sekitar dalam memanfaatkan sampah organik.
Pendampingan dilakukan mulai hari pertama pengabdian hingga di kemudian hari jika peralatan biobaterai dan biogas mengalami masalah yang tidak dapat terselesaikan oleh pihak “TPS3R Sekar Manfaat” sendiri.
Program pengabdian ini diharapkan mampu memberikan gambaran nyata, untuk dapat memanfaatkan sampah organik, menjadi biobaterai dan biogas.
Pihak “TPS3R Sekar Manfaat” sendiri ataupun masyarakat sekitar juga diharapkan bisa menambah kuantitas dan kualitas dari biobaterai dan biogas sesuai dengan kebutuhannya.(bs)
>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com





