Menurutnya, pembinaan sepak bola yang berkelanjutan harus dimulai dari usia dini dengan pendekatan yang tepat, baik dari sisi teknik maupun mental. Turnamen ini menjadi langkah awal untuk melakukan pendataan dan pemantauan bakat secara sistematis.
Lebih dari sekadar kompetisi, ajang ini juga menanamkan nilai-nilai penting kepada para peserta.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Para pemain muda diperkenalkan dengan aturan dasar permainan, serta didorong untuk menjunjung tinggi sportivitas, fair play, dan semangat kebersamaan. Hal ini dinilai penting untuk membentuk karakter atlet sejak dini agar tidak hanya unggul secara kemampuan, tetapi juga memiliki sikap yang baik di dalam maupun luar lapangan.

Kepala Disbudporapar Lamongan, Siti Rubikah, turut mengapresiasi penyelenggaraan turnamen ini. Ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi sarana lahirnya atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Lamongan ke tingkat yang lebih tinggi.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Melalui kompetisi usia dini seperti ini, kita berharap muncul generasi pesepak bola yang tidak hanya berbakat, tetapi juga siap bersaing di level provinsi hingga nasional,” ujarnya.

Dengan antusiasme peserta yang tinggi dan dukungan berbagai pihak, turnamen ini diharapkan menjadi fondasi kuat dalam menciptakan ekosistem sepak bola yang sehat dan berkelanjutan di Lamongan.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2