Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah orang tua lainnya. Mereka berharap ada evaluasi menyeluruh terhadap menu MBG selama Ramadan, sehingga kebutuhan energi dan nutrisi siswa tetap terpenuhi meski menjalani puasa.
“Kalau menu yang dibagikan seperti ini, jauh dari nilai gizi yang digaungkan presiden, sama aja dengan memperkaya oknum aja,” cetusnya.
Seperti diketahui, program MBG merupakan salah satu program strategis nasional yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi pelajar, menekan angka stunting, serta mendukung tumbuh kembang anak. Karena itu, masyarakat berharap implementasinya di lapangan benar-benar sesuai dengan tujuan awal, bukan sekadar formalitas.
Wali murid pun berharap pemerintah daerah lebih ketat melakukan pengawasan, baik dari sisi anggaran, kualitas bahan pangan, maupun distribusi, agar program MBG selama Ramadan dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.






