BERITASIBER.COM | LAMONGAN — Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digulirkan pemerintah, khususnya pada awal pelaksanaan di bulan Ramadan 1447 Hijriah di sejumlah daerah tunai kritik.

Hal ini seperti yang terjadi di Kabupaten Lamongan, sejumlah wali murid mempertanyakan kualitas dan kuantitas menu yang dibagikan kepada para siswa, lantaran dinilai lebih menyerupai paket takjil ketimbang makanan bergizi seimbang yang digaungkan pemerintah dalam pemenuhan gizi generasi muda.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di media sosial sejak hari pertama masuk sekolah selama Ramadan. Dalam unggahan yang beredar, terlihat paket MBG berisi beberapa potong kue, satu buah jeruk, sebungkus kacang, kemasan singkong serta satu kemasan makanan ringan dan sebagian susu kemasan. Menu tersebut dinilai belum memenuhi standar kecukupan gizi bagi pelajar yang menjalani aktivitas belajar dan ibadah puasa.

Salah satu wali murid di Kecamatan Kota Lamongan mengaku kecewa dengan menu yang diterima anaknya. Menurutnya, porsi dan komposisi makanan yang diberikan terlalu sederhana dan belum mencerminkan tujuan utama program MBG, yakni pemenuhan gizi seimbang bagi peserta didik.

“Kalau hanya seperti ini, lebih mirip takjil. Harusnya ada menu yang lebih bergizi, seperti lauk berprotein, atau makanan pengganti yang setara gizinya,” ujarnya, Senin (23/2/2026).

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2