BERITASIBER.COM | LAMONGAN – Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menyatakan komitmen penuh dalam mendukung program nasional eliminasi Tuberkulosis (TBC) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo.
Sebagai langkah nyata, Dinas Kesehatan kini menggencarkan deteksi dini melalui sistem skrining berlapis guna menekan angka penularan di wilayah Lamongan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lamongan melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Yany Khoirurakhmawati, menjelaskan bahwa strategi utama yang dijalankan adalah mendorong kemandirian masyarakat dalam mengenali gejala awal.
Masyarakat kini difasilitasi untuk melakukan skrining mandiri, baik melalui layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) maupun pemanfaatan teknologi digital melalui pengisian aplikasi E-Tibi.
Langkah deteksi ini tidak berhenti pada pengisian data mandiri saja. Yany menegaskan bahwa setiap hasil skrining awal yang menunjukkan indikasi kuat ke arah gejala TBC akan segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan medis yang lebih mendalam.
“Jika dari skrining awal terdapat jawaban yang mengarah pada gejala TBC, maka akan kami lanjutkan dengan skrining sekunder,” ungkap Yany pada Selasa (10/2/2026).
Pada tahap skrining sekunder, pasien akan menjalani serangkaian tes klinis untuk memastikan diagnosis. Menariknya, pada tahun 2026 ini, upaya tersebut mendapatkan sokongan penuh dari pemerintah pusat. Dukungan ini meliputi pengadaan fasilitas pemeriksaan dahak, tes liur, hingga penyediaan foto rontgen secara gratis bagi masyarakat yang terindikasi.





