“Kita ada studi pendahuluan sebelum menerapkan kepada seluruh lembaga PAUD di Lamongan, yang tujuannya untuk mengukur efektivitas kurikulum tersebut. Kita pilih perwakilan dari masing-masing wilayah di Kabupaten Lamongan karena setiap wilayah memiliki potensi kearifan lokal yang berbeda-beda. Jadi sebelum mempelajari seluruh kearifan lokal di Lamongan harus memahami kearifan yang ada disekitar,” jelas Kepala Seksi PAUD Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan Ratih.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Selanjutnya Ratih juga mengungkapkan hasil dari dilakukannya studi pendahuluan didapatkan gambaran bahwa setiap wilayah memiliki capaian masing-masing. Salah satu wilayah yang sudah maksimal menerapkan Kulambakekal ialah dari wilayah tengah di lembaga PAUD TK Bintang Sembilan.

Menurut studi yang sudah dilakukan, lembaga tersebut dapat maksimal dan cepat menerapkan Kulambakekal karena berada di sekitar salah satu tempat bersejarah Lamongan yakni Makam Mbah Sabilan.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Pada Kulambakekal ini tidak menuntut hasil, karena sesuai dengan kriteria pembelajaran pada PAUD lebih mengutamakan proses pada bidang motorik, fisik, emosi, moral, dan agama.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2