Lebel lanjut, Firdaus mengungkapkan catatan temuan hasil survei menunjukkan bakal calon kandidat bupati dari tujuh nama yang dikenal atau memiliki popularitas diatas 50% hanya empat nama diantaranya Yuhronur Efendi, Suhandoyo, KH Abdul Rouf dan Abdul Ghofur.
Kemudian dari empat nama tersebut seandainya mencalonkan sebagai bupati Lamongan ada dua nama yang disukai atau tingkat liketabilitas diatas 50 persen yaitu Yuhronur Efendi dan KH Abdul Rouf.
“Dari tujuh nama kandidat bupati keterpilihan tertinggi adalah yuhronur efendi (Incumbent), dari keenam kandidat yang lain yang berpotensi bersaing adalah KH Abdul Rouf dengan selisi (Interval) survel elektabilitas sebanyak 6,6 persen dibanding dengan perolehan Abdul Ghofur dan Suhandoyo yang sama-sama perolehan elektabilitasnya urutan ketiga dan keempat,” jelasnya.
Tingkat keterpilihan tujuh bakal kandidat masih sangat rentan berubah diantaranya ada 7,5 persen pemilih Yuhronur efendi yang bisa berubah, 5,1 persen pemilih KH Abdul Rouf yang bisa berubah, 6,8 persen pemilih Abdul Ghofur yang bisa berubah, 3,5 persen pemilih Suhandoyo yang bisa berubah, 3,5 persen pemilih Deby Kurniawan yang bisa berubah, 0,8 persen pemilih Khusnul Yakin yang bisa berubah dan 0,3 persen pemilih Imam Muchlisin yang bisa berubah.
“Perubahan peta politik tentu disebabkan karena perilaku pemilih terutama pemilih pemula, hasil survei menunjukan bahwa pengaruh uang dan pengaruh diberi bingkisan atau sembako tergolong pemilih praktis di angka 65,9 persen,” pungkasnya.(bs)
Editor : Achmad Bisri





