Tapi ini semua anak anak Ilmu Kelautan UINSA, ini kolaborasi dengan Pemda yang salah satunya membuka Lab Lapang di Pantai Mutiara 2 ini. Ketika sudah mengibarkan bendera membuka Lab Lapang, maka harus dirawat di mantenan. Dengan begitu giat mahasiswa, praktikum dibawa ke sini.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Tentunya Trenggalek sangat beruntung, konservasi kita dibantu oleh para akademisi. Sehingga kelestarian, kesuburan perairan itu bisa kembali lestari dan ditingkatkan. Ini juga sangat mendukung Misi Net Zero Carbon. Karena kemampuan dari terumbu karang itu juga menyerap karbon,” tandasnya.

Mochamad Irfan, Kepala Pusat Study Lingkungan dan Kebencanaan Fakultas Sience dan Tekhnologi UINSA Surabaya menjelaskan mengenai kegiatannya di Trenggalek,

Scroll Untuk Lanjut Membaca

“Jadi kami dari Fakultas Sience and Tekhnologi, khusunya Program Study Ilmu kelautan selama 3 hari kedepan, 2, 3 dan 4 Oktober akan melaksanakan kegiatan praktikum untuk konservasi pesisir. Objek kita di sini, selain pemberdayaan masyarakat juga untuk pelestarian alam dengan melibatkan masyarakat. Disini kita mengandeng Pokmaswas maupun Pokdarwis Rembeng Raya di Pantai Mutiara Trenggalek,” jelasnya.

Kemudian juga support yang luar biasa dari teman-teman Dinas Perikanan Kabupaten Trenggalek. Dibuktikan juga dengan kehadiran Ibu Pjs. Bupati Trenggalek yang membuka secara resmi kegiatan ini.

Kegiatan inti kita adalah mentranplantasi karang sebanyak kurang lebih 3.240 fragmen. Acara hari ini dibuka Ibu Pjs. dan besok kita juga akan melibatkan anak anak sekolah. Dari SD-SD sekitar sini, ada sebanyak 50 hingga 60 siswa beserta guru.

Kemudian LMDH terlibat, pokdarwis, pokmaswas juga terlibat. Kita smua sekarang ini tentunya telah merasakan dampak pemanasan global. Semakin panas, juga hujan semakin tidak menentu dan tentu saja sebagai penyerap karbon.

Apalagi Trenggalek ini salah satu visinya adalah Carbon Netral City, yang ditetapkan oleh pak bupati sebelumnya. Ini memang penting karena juga menjadi ruh dan spirit bagi kami juga. Sama dengan visi kami di bidang lingkungan, khususnya dari Fakultas Sience dan Tekhnologi terkait pengurangan emisi karbon.

Ini tahun kedua, lanjut Irfan. ‘tahun kemarin kita peresmian laboratorium lapangan di Pantai Mutiara Trenggalek ini. Kemari kita hanya menanam satu meja. Hanya 150 sampai 200 fragmen itu survival ratenya diatas 90% dengan pertumbuhan 3 sampai 4 cm. Ini menandakan perairan di sini sangat subur dan sangat bagus,” tukasnya. (Bs)

>>> Klik berita lainnya di Google News BeritaSiber.Com

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2