7. Sembelit

Sembelit atau susah buang air besar juga bisa menyebabkan tekanan ekstra pada usus dan menyebabkan kram perut.

8. Ileus

Ileus adalah gangguan usus yang menyebabkan pergerakan usus berkurang. Kondisi ini bisa terjadi karena infeksi, peradangan, efek samping operasi, penyakit parah, atau kurang gerak.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

9. Gastroparesis

Gastroparesis adalah gangguan otot lambung yang menyebabkan gerakan pencernaan melambat. Kondisi ini yang jamak dirasakan penderita diabetes ini biasanya ditandai gejala kram perut setelah makan.

10. Hamil

Ibu hamil biasanya mengalami kram perut. Kondisi ini dipengaruhi efek samping pelepasan hormon progesteron, pergerakan bayi, dan otot perut yang meregang. Ibu hamil perlu waspada apabila kram perut terasa parah atau terus-menerus.

Cara Mengatasi Kram Perut:

Jika Anda merasakan kram perut, ada beberapa cara praktis yang bisa dijajal untuk membantu meredakannya. Antara lain:

  • Tempelkan penyeka perut, bantalan pemanas, atau koyo untuk membantu mengendurkan otot-otot perut yang tegang
  • Minum seduhan teh chamomile untuk menenangkan kram perut
  • Minum banyak air putih atau cairan elektrolit apabila kram perut terkait dehidrasi
  • Konsumsi obat penghilang rasa sakit. Apabila Anda hamil, punya gangguan lambung, atau masalah kesehatan lain, ada baiknya konsultasi ke dokter terkait jenis obat penghilang rasa sakit yang paling tepat
  • Istirahatkan otot perut agar tidak tegang, sementara hindari dulu olahraga atau gerakan olahraga yang banyak mengandalkan otot perut

Selain menjajal beberapa cara mengatasi kram perut yang umum di atas, masalah kesehatan ini yang bersifat kronis perlu diobati sesuai akar penyebab mendasarnya.

Untuk gastritis atau gastroenteritis, dokter biasanya meresepkan obat antibiotik. Sedangkan untuk penyakit radang usus, dokter jamak memberikan obat kortikosteroid.

Kapan perlu waspada dengan kram perut?

Kebanyakan kram perut disebabkan gangguan otot yang tegang. Masalah kesehatan ini juga dapat diatasi dengan beberapa cara di atas.

Namun, Anda perlu waspada apabila kram perut cukup parah, terus-menerus, disertai demam, ada darah dalam kotoran buang air besar, muntah, atau diare.

Segera bawa penderita ke dokter jika kram perut disertai beberapa gejala di atas.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2