Kordinator Suporter Santri Jawa Timur Fahrur Rozi mengatakan momentum hari Santri ini sebagai agenda untuk memperkuat silaturahmi bersama Pondok Pesantren dan mengasah minat bakat Santri di Sepak bola.
“Apalagi bulan November di Surabaya ini ada pembukaan Piala Dunia U-17 maka dari itu semarak piala dunia ini juga dirasakan oleh santri yang notabene memiliki bakat yang luar biasa namun tidak terfasilitasi dan terkoordinasi dengan baik,” katanya.
Lanjutnya Pria yang sering disapa Kang Rozi ini mengatakan bahwa kegiatan ini juga menindaklanjuti apa yang dikatakan oleh Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri BUMN Erick Thohir yang ingin santri tidak menjadi SDM Kelas 2 diberbagai bidang Santri harus mampu bersaing dimanapun baik di teknologi maupun di bidang Olahraga termasuk sepak bola.
“Sepak bola mampu menjadikan simbol pemersatu bangsa maka dari itu lewat sepak bola harapannya mampu memberikan satu kekuatan bagi bangsa kita untuk semakin jaya dan mampu juara pada Piala Dunia U-17 bulan depan,” tutur Rozi saat ditemui awak media.
Darmawan salah satu santri Al Fithrah Surabaya mengatakan sangat senang dan sangat riang dalam mengikuti kegiatan Hari Santri Nasional yang diselenggarakan tahun ini bersama Suporter Santri karena berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya dan saya doakan sukses Piala Dunia U 17 bisa sukses dan Indonesia bisa Juara.
Seperti diketahui, sejarah Hari Santri Nasional adalah sebuah perayaan yang memiliki akar dalam fatwa yang disampaikan oleh Pahlawan Nasional Indonesia, KH Hasyim Asy’ari, pada tanggal 22 Oktober 1945.
Saat itu, KH Hasyim Asy’ari memimpin penyusunan fatwa resolusi jihad di kalangan kiai pesantren. Selama periode pra revolusi kemerdekaan, ulama dan santri pesantren memainkan peran yang sangat penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, terutama dalam upaya mengusir penjajah Belanda.





