“Alhamdulillah, Bapak Presiden telah membeli sapi saya untuk kurban Hari Raya Iduladha tahun 2026. Ini jenis sapi Brangus dengan bobot 1,1 ton, perawatan selama tiga tahun ini membuahkan hasil yang maksimal,” ujar Roji saat ditemui di peternakannya, Selasa (12/5).

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Mengingat statusnya sebagai hewan kurban orang nomor satu di Indonesia, aspek kesehatan menjadi prioritas utama. Sebelum transaksi final, Sambo telah melalui serangkaian tes laboratorium yang ketat yang difasilitasi oleh Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Tangerang.

Berdasarkan hasil uji sampel darah, air liur, hingga kotoran, tim medis menyatakan bahwa Sambo dalam kondisi prima. Sapi tersebut dinyatakan negatif antraks serta bebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Vaksinasi rutin juga telah diberikan secara lengkap guna memastikan daging kurban aman dikonsumsi oleh masyarakat luas.

Scroll Untuk Lanjut Membaca

Nama “Sambo” sendiri, menurut Roji, sudah melekat sejak sapi tersebut masih kecil. Nama itu terinspirasi dari fisiknya yang gagah dan warna bulunya yang hitam pekat (kelam), yang menjadi ciri khas varietas Brangus unggulan.

Untuk mendapatkan sapi berkualitas premium ini, Presiden Prabowo merogoh kocek sebesar Rp122 juta. Harga tersebut dinilai sepadan dengan kualitas, bobot, dan dedikasi perawatan yang telah diberikan selama bertahun-tahun.

Hingga saat ini, pihak peternakan masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Pemerintah Kota Tangerang terkait lokasi pasti pemotongan hewan kurban tersebut. Rencananya, daging sapi Sambo akan didistribusikan kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kota Tangerang pada hari raya kurban mendatang.

Kehadiran sapi kurban dari Presiden Prabowo ini diharapkan tidak hanya menjadi simbol ketaatan ibadah, tetapi juga memberikan kebahagiaan bagi warga Tangerang sekaligus menjadi suntikan motivasi bagi para peternak lokal untuk terus meningkatkan kualitas ternak mereka di kancah nasional.

Artikel Rekomendasi
Halaman:
1 2