Menjelang Idul Adha 2026, sosialisasi mengenai tata cara penyembelihan yang halal dan higienis terus digencarkan.
Pemerintah daerah bekerja sama dengan Juru Sembelih Halal (Juleha) untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan panitia kurban. Hal ini dilakukan guna memastikan proses pemotongan hewan memenuhi aspek syariat Islam, standar kesehatan masyarakat veteriner, serta prinsip kesejahteraan hewan (animal welfare).
Terpilihnya sapi Lamongan oleh Presiden Prabowo dianggap sebagai bentuk apresiasi tinggi terhadap kualitas peternakan lokal. Sofiah berharap momentum ini dapat memotivasi para peternak lain di Lamongan untuk terus meningkatkan standar perawatan dan pembibitan mereka.
Sebagai salah satu lumbung ternak di Jawa Timur, populasi sapi di Lamongan pada tahun 2026 tercatat mencapai 107.470 ekor. Jumlah ini diklaim sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban masyarakat lokal maupun pengiriman ke luar daerah.
Untuk menjaga stabilitas populasi tersebut, Pemkab Lamongan terus memperkuat benteng pertahanan terhadap Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Pada awal tahun 2026, kami telah menyalurkan 14.000 dosis vaksin bantuan dari Pemprov Jatim. Pengawasan di pasar-pasar hewan juga kami perketat agar seluruh ternak yang beredar benar-benar aman,” pungkas Sofiah.
Dengan persiapan yang matang ini, Lamongan membuktikan diri sebagai daerah pemasok ternak unggul yang mampu memenuhi standar kebutuhan nasional, termasuk kurban Kepresidenan.





