Ketua RT setempat, Bakti Aprianto, mengatakan sapi diduga mengalami stres akibat suasana kota yang lebih ramai dibanding hari biasanya. Selain aktivitas masyarakat menjelang Iduladha, kawasan tersebut juga dipadati warga yang menyaksikan rangkaian kegiatan Hari Jadi Lamongan ke-457.
“Diduga sapinya kaget karena kondisi jalan sangat ramai. Banyak warga berkumpul dan ada iring-iringan kegiatan Hari Jadi Lamongan, sehingga sapi menjadi takut lalu lepas,” ujar Bakti saat ditemui di lokasi kejadian.
Menurutnya, sapi tersebut memang sedang dalam perjalanan menuju masjid untuk persiapan kurban sebelum akhirnya tiba-tiba memberontak di tengah jalan.
“Awalnya masih terkendali, tetapi di perjalanan sapinya mendadak berontak dan sulit ditahan,” katanya.
Insiden sapi kurban lepas itu sempat menyebabkan arus lalu lintas di sekitar Jalan Suwoko tersendat beberapa saat. Banyak warga berhenti untuk menyaksikan proses penangkapan sapi sehingga kondisi jalan menjadi padat.
Meski sempat menimbulkan kepanikan, tidak ada korban jiwa maupun kerusakan dalam kejadian tersebut. Setelah berhasil diamankan, sapi langsung dibawa ke tempat yang lebih tenang untuk mengurangi stres sebelum kembali dipersiapkan sebagai hewan kurban.






