Sementara itu, Sekretaris Jenderal DPD RI Mohammad Iqbal menegaskan bahwa pembangunan nasional membutuhkan kontribusi dari seluruh wilayah Indonesia. Menurutnya, berbagai inovasi yang lahir dari daerah memiliki potensi besar untuk memberikan manfaat nyata sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat di wilayah lain.
“Alhamdulillah, hari ini kita melihat langsung kontribusi luar biasa dari Mbak Endang melalui Sanggar Mbah Guru. Dari sebuah desa di Lamongan, ada karya yang memberdayakan masyarakat dan menghidupkan kembali budidaya batik. Ini patut kita apresiasi dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” ungkapnya.
DPD RI Awards 2026 merupakan ajang apresiasi bagi putra-putri Indonesia yang memberikan kontribusi nyata di berbagai bidang. Pada penyelenggaraan tahun kedua ini, sekitar 1.500 nominator dari berbagai daerah mengikuti proses penjaringan hingga menghasilkan kandidat unggulan. Endang Dzunuraini menjadi salah satu dari tiga finalis terbaik dalam kategori Pelestari Budaya Daerah.
Bagi Endang, pencapaian tersebut merupakan hasil dari perjalanan panjang dalam mengenalkan batik kepada masyarakat. Selama kurang lebih satu dekade, Sanggar Mbah Guru telah menjadi ruang belajar membatik bagi sekitar 20 ribu orang. Aktivitasnya tidak sebatas menghasilkan karya seni, tetapi juga membangun ruang berbagi pengetahuan, keterampilan, dan peluang ekonomi bagi masyarakat.
“Melalui Sanggar Mbah Guru, kami ingin mengabarkan kepada Indonesia bahwa dari Lamongan ada hal kecil yang bisa membawa dampak besar. Kami berharap batik terus hidup, semakin dikenal, dan memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Endang.
Kiprah Sanggar Mbah Guru memperlihatkan bahwa desa memiliki potensi besar untuk melahirkan inovasi yang berdampak luas. Perpaduan pelestarian batik, pemberdayaan perempuan, dan pemanfaatan bahan alami menjadi contoh bagaimana kearifan lokal dapat dikembangkan sebagai kekuatan budaya sekaligus ekonomi.
Pemerintah Kabupaten Lamongan berharap keberhasilan tersebut semakin memperkuat upaya pelestarian budaya daerah, mendorong keterlibatan generasi muda, serta membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi lokal yang berkelanjutan.





